SEJARAH KURIKULUM PLB


Pendidikan Luar Biasa mengalami perkembangan sangat pesat dalam beberapa dasa warsa terakhir. Perkembangan terjadi dalam berbagai aspek, termasuk definisi dan peristilahan, kriteria seleksi, sistem layanan, pembelajaran, asesmen, dan juga pada tehnologi adaptif, sarana dan prasarana penunjang bagi anak
berkebutuhan khusus. Dalam hal definisi dan peristilahan, cakupan anak berkebutuhan khusus (ABK) terlihat semakin luas, dari yang semula hanya meliputi anak – anak penyandang kelainan yang mencolok dan secara signifikan jauh berbeda dari anak-anak normal, menjadi semua anak yang memang memerlukan layanan khusus untuk dapat mengikuti pembelajaran bersama teman sebayanya. Dalam hal sistem penempatan, berbagai alternatif semakin tersedia, dari lingkungan yang sepenuhnya segregatif (paling terbatas / terikat) sampai yang sepenuhnya inklusif. Dalam hal asesmen, tuntutan layanan asesmen yang komprehensif, kontinu dan tidak diskriminatif semakin tinggi.

Demikian juga, berbagai teknologi semakin tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh ABK. Berbagai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perkembangan eksternal, seperti jaminan memperoleh hak pendidikan bagi setiap anak dan perkembangan ilmu dan teknologi.

Perkembangan pesat tersebut di atas berpengaruh terhadap strategi pengelolaan kurikulum / materi pembelajaran dan proses pembelajaran. Kebijakan standarisasi semua aspek pendidikan menuntut kurikulum yang standar bagi sekolah, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Sebaliknya, kecenderungan peningkatan perhatian atas perbedaan individu peserta didik lebih menuntut kurikulum fleksibel dan individual. Pembelajaran yang semula berfokus pada guru semakin bergeser ke arah learner centered learning, yang memungkinkan peserta didik memanfaatkan berbagai sumber belajar dengan pergeseran peran guru ke arah
sebagai fasilitator belajar. Perubahan dan perkembangan ini perlu difahami oleh semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan pembelajaran, baik dalam konteks pendidikan umum/regular maupun dalam konteks pendidikan khusus.

Sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus sebenarnya telah dirintis pada tahun 1920-an, jauh sebelum Indonesia merdeka. Setelah negeri ini berdiri,pemerintah (dalam hal ini Kementerian Pendidikan), telah berkali-kali menata kurikulum di semua jenis dan jenjang pendidikan. Penulis mencoba untuk memperoleh sebanyak mungkin jenis kurikulum untuk SLB, tetapi berdasarkan hasil wawancara terhadap banyak kepala SLB yang berhasil ditemui, kurikulum SLB nasional baru disusun oleh pemerintah pada tahun 1977. Penulis mencobamenghubungi sekolah-sekolah yang sangat tua di Bandung dan Wonosobo, tetapi tidak ditemukan domumen kurikulum sebelum 1977.

Menurut para kepala sekolah, sebelum 1977, para guru SLB mengadaptasi sendiri kurikulum nasional
untuk sekolah umum, tetapi adaptasi tersebut tidak didokumentasikan. Satusatunya dokumen yang diperoleh dari salah satu SLB tertua di tanah air, yaitu sekarang menjadi SLB Negeri Cicendo Kota Bandung,

selengkapnya silakan KLIK : Sejarah_Kurikulum_PLB

Sumber : http://www.puskurbuk.net/…KURIKULUMPLB/Sejarah_.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s