RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

DANA BOS TRIWULAN I TAHUN 2015

Oleh Admin

Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui  suratnya tertanggal 13 Januari 2015 Nomor  422.7/00201 perihal Penyaluran Dana BOS Triwulan 1 Periode Januari-Maret Tahun 2015 meminta Para Bupati dan Wali Kota seprovinsi Jawa Tengah agar dengan segera memberitahu ke sekolah penerima BOS  bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memprosespencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SMP Terbuka se-Jawa Tengah untuk Triwulan 1 periode Januari-Maret 2015. Ketentuan baru dalam hal BOS adalah sebagai berikut :

Berdasarkan Permendikbud no 161 Tahun 2014 besarnya dana BOSmulai Tahun 2015sebagai berikut :

  1. Dana BOS masuk ke rekening Sekolah mulai minggu pertama Bulan Pebruari 2015.
  2. -Sekolah dengan jumlah peserta didik minimal 60, baik untuk SD/SDLB maupun SMP/SMPLB/Satap BOS yang diterima oleh sekolah, dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dengan ketentuan:
    • SD/SDLB : Rp 800.000,-/peserta didik/tahun
    • SMP/SMPLB/SMPT/Satap : Rp 1.000.000,-/peserta didik/tahun
    • SD/SDLB/SMP/SMPLB/Satap dengan jumlah peserta didik di bawah 60 (sekolah kecil)
  3. Bagi sekolah setingkat SD dan SMP dengan jumlah peserta didik kurang dari 60 akan diberikan dana BOS sebanyak 60 peserta didik.  Jumlah dana BOS yang diterima sekolah dalam kelompok ini adalah:
  • SD              = 60 x Rp    800.000,-/tahun = Rp 48.000.000,-/tahun
  • SMP/Satap  = 60 x Rp 1.000.000,-/tahun = Rp 60.000.000,-/tahun

Sekolah kecil yang menerima kebijakan alokasi minimal 60 peserta didik adalah sekolah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. SD/SMP/Satap yang berada di daerah terpencil/terisolir yang pendiriannya telah didasarkan pada ketentuan dan syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Daerah terpencil/terisolir yangdimaksud adalah daerah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; atau
  3. SDLB dan SMPLB; atau
  4. Sekolah di daerah kumuh atau daerah pinggiran yang peserta didiknya tidak dapat tertampung di sekolah lain di sekitarnya; dan
  5. Bersedia membebaskan iuran bagi seluruh siswa.

Kebijakan ini tidak berlaku bagi sekolah-sekolah dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Sekolah swasta yang menetapkan standar iuran/pungutan mahal; Atau
  2. Sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat sekitar karena tidak berkembang, sehingga jumlah peserta didik sedikit dan masih terdapat alternatif sekolah lain di sekitarnya; atau
  3. Sekolah yang terbukti dengan sengaja membatasi jumlah peserta didik dengan tujuan untuk memperoleh dana BOS dengan kebijakan khusus tersebut.

Secara global rekapitulasi dana BOS Triwulan I Tahun2015 per kabupaten selengkapnya silakan  KLIK REKAPITULASI BOS TRIWULAN 1TAHUN 2015     Untuk informasi selanjutnya silakan cermati surat Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dengan tekan  BOS TRIWULAN I TH 2015 . Guna mengetahui sekolah penerima dan jumlah dana pada triwulan 1 tahun 2015 dapat dibuka di http://www.pdkjateng.go.id atau silahkan KLIK DAFTAR SEKOLAH PENERIMA BOS TRIWULAN I TAHUN 2015

Secara administrasi pengelolaannya  silakan pelajari juknis BOS terbaru dengan KLIK JUKNIS BOS TAHUN 2015

Penerima dana BOS terbesar di wilayah Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Cilacap. Sekedar untuk diketahui bahwa Data Kabupate Cilacap  adalah sbb :

KABUPATEN CILACAP
Batas wilayah Barat Kota Banjar dan Kab Ciamis, Kab. Pangandaran
Utara Kab. Banyumas, Kab. Brebes dan Kab. Kuningan
Timur Kabupaten Kebumen
Selatan Samudera Hindia
LUAS 225.360,84 Ha
Jarak terjauh   dari barat ke timur 152 KM
JUMLAH KECAMATAN 24 BUAH
JUMLAH DESA 269 BUAH
JUMLAH PENDUDUK
L 918.539 ORANG
P  941.527 ORANG
TOTAL  1.860.240 ORANG
TERDAFTAR DI BOS sekolah Siswa Anggaran Triwulan I
SD 1.030 166.895 Rp      33.379.000.000,00
SMP 200 72.278 Rp     18.069.500.000,00
TOTAL SISWA 1.230 239.173 Rp     51.448.500.000,00
sekolah Siswa Anggaran 1 TAHUN
SD 1.030 166.895  Rp  133.516.000.000,00
SMP 200 72.278 Rp   72.278.000.000,00
TOTAL SISWA 239.173 Rp    205.794.000.000,00
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2015 in Uncategorized

 

PENDIDIKAN KHUSUS TETAP MELAKSANAKAN KURIKULUM 2013

Oleh Yuswan

     Pendidikan khusus pada hakekatnya pendidikan bagi peseerta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran baik karena berkelainan atau  memiliki potensi  kecerdasan dan /atau bakat istimewa.
     Pendidikan khusus  bagi peserta didik berkelainan atau berkebutuhan khusus  karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal sesuai kemampuannya.  Sedangkan pendidikan khusus  bagi peserta didik yang memiliki potensi  kecerdasan dan /atau bakat istimewa bertujuan mengaktualisasikan seluruh potensi keistimewaannya tanpa mengabaikan keseimbangan perkembangan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, sosial, estetik, kinestetik, dan kecerdasan lainnya.

      Berdasarkan pasal 12 Permendikbud Nomor. 157 tahun 2014 maka pembelajaran peserta didik berkelainan atau berkebutuhan khusus harus  dikembangkan berdasarkan hasil asesmen peserta didik dan mengacu pada prinsip dan pendekatan pembelajaran reguler yang disesuaikan dengan karakteristik belajar peserta didik berkelainan atau berkebutuhan khusus.

Oleh karena itu membutuhkan kurikulum yang sesuai kebutuhan mereka dan tidak harus selalu mengikuti kurikulum pendidikan umum. Kurikulum Pendidikan Khusus dalam aturannya merupakan  kurikulum bagi peserta didik berkelainan atau berkebutuhan khusus yang mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan khusus atau satuan pendidikan reguler di kelas khusus. Bagi anak berkebutuhan khusus yang mengikuti pendidikan di satuan pendidikan umum dikelas reguler menggunakan kurikulum reguler (ps 8 Permendikbud No. 157 Th. 2014).

     Terkait hal tersebut berdasarkan pasal 8  Permendikbud nomor 160 Tahun 2014 secara teknis ditetapkan bahwa satuan pendidikan khusus  tetap melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
     Bagi segenap pembaca, pelaksana, dan atau pemerhati Pendidikan Khusus dapat  memahami kurikulum pendidikan khusus yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan   dapat melalui   khusus   :
  1. PERMENDIKBUD RI NO. 40 TAHUN 2014 TENTANG KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM SMALB
  2. PERMENDIKBUD NO. 157 TAHUN 2014 TT KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS
  3. PERMENDIKBUD NO. 160 TAHUN 2014 TT PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2013
 Semoga bermanfaat…….
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Desember 2014 in Uncategorized

 

MENGENAL PENDIDIKAN INKLUSIF

Oleh Admin

PK-PLK sejatinya merupakan pendidikan inklusif (Pensif) yang memiliki semangat dalam pembangunan pendidikan untuk semua (education for all) dan didasari semangat terbuka untuk merangkul semua kalangan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK) disabilitas maupun ABK non disabilitas. Pensif merupakan lawan dari konsep pendidikan eksklusifisme.

Pada awalnya, ABK hanya mencakup impairment, handicap, dan disability sehingga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus diselenggarakan di Sekolah Luar Biasa, dan untuk anak normal pada sekolah-sekolah regular.

Namun dewasa ini katagori ABK telah berkembang dalam pengertian yang lebih luas, yaitu anak yang mempunyai keterbatasan (impairment) penglihatan (tunanetra), tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autism (autistic children), hiperaktif (attention deficit disorder with hyperactive), anak dengan kesulitan belajar (learning disability atau spesific learning disability), dan anak dengan kelainan perkembangan ganda (multihandicapped and developmentally disabled children).

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya juga dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa juga dikategorikan sebagai anak-anak berkebutuhan khusus.

 Untuk lebih lengkapnya buka PENDIDIKAN INKLUSIF
Sumber : http://www.pk-plk.com/p/pendidikan-inklusif.html
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 September 2014 in Uncategorized

 

Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Setelah mengalami berbagai perbaikan dan pemutahiran hingga penyesuaian dengan peraturan yang berlaku, akhirnya pendataan NIPTK ( Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan) bagi PTK PAUDNI selesai dilakukan. Pusat Teknologi dan Komunikasi (PUSTEKOM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah memberikan alamat laman resmi bagi pendataan NIPTK, yaitu pada http://www.niptk.paudni.kemdikbud.go.id. NIPTK sendiri mulai resmi berlaku sejak 14 Agustus 2014. Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik di  disini

Sumber : http://www.pdkjateng.go.id/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 September 2014 in Uncategorized

 

LOMBA KREATIFITAS GURU TINGKAT NASIONAL TAHUN 2014

Oleh : Admin

Bagi Pembaca yang budiman, bila merasa dirinya seorang guru yang suka tantangan, Ikuti tantangan ini sebagai pintu  untuk berprestasi sebagai guru yang aktif inovatif dan kreatif.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahun 2014 ini kembali menyelenggarakan Lomba Kreatifitas Guru Tingkat Nasional Tahun 2014 sebagai salah satu upaya meningkatkan profesionalitas guru.

TEMA :

“Kreatifitas dan Inovasi Membuat Pembelajaran Lebih Berkualitas”.

TUJUAN LOMBA TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi dan menginspirasi guru untuk menemukan atau menciptakan model-model pembelajaran terbaik.
  2. Meningkatkan dan mengembangkan minat, bakat, kebiasaan dan budaya guru dalam melakukan karya tulis ilmiah atau karya inovatif secara baik dan benar, sebagai salah satu kegiatan dari pengembangan profesi guru.
  3. Mendesiminasikan berbagai pengalaman guru yang berhasil meningkatkan mutu pembelajaran (best practice) sebagai referensi bagi guru lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas.
  4. Meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, serta media lainnya yang berbasis kearifan lokal dalam proses pembelajaran

Guna memahami teknisnya  silakan klik :

KETENTUAN LOMBA KREATIVITAS GURU TKT NASIONAL TAHUN 2014

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 September 2014 in Uncategorized

 

PENILAIAN KINERJA GURU

Oleh Admin

Seorang guru dan kepala sekolah selaku penilai dituntut memiliki kesepahaman dalam pelaksanaan penilaian kinerja guru (PKG) agar apa yang dikerjakan dalam tugasnya mampu mencerminkan kualitas kinerjanya, baik kinerja sebagai guru maupun sebagai penilai. Pengertian PK GURU Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, PK GURU adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya.

Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan pengetahuan, penerapan pengetahuan dan keterampilan, sebagai kompetensi yang dibutuhkan sesuai amanat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta keterampilan guru, sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran atau pembimbingan peserta didik, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan bagi sekolah/madrasah, khususnya bagi guru dengan tugas tambahan tersebut. Sistem PK GURU adalah sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya.

Bagaimana penilaiannya ?  Guna memahaminua silakan klik : BUKU II PEDOMAN PELAKSANAAN PKG

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 September 2014 in Uncategorized

 

LOMBA KARYA ILMIAH INOVASI PEMBELAJARAN GURU TAHUN 2014

Oleh : Yuswan

        Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui Seksi PPTK Dikmen Bidang PPTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru SMA/SMALB dan SMK Tahun 2014.

Informasi selengkapnya silakan KLIK ::LEAFLET LOMBA KARYA ILMIAH 2014

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Agustus 2014 in Uncategorized

 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H

https://i0.wp.com/www.aingindra.com/wp-content/uploads/blogger/-_DE7RJBbTB4/Tla_ngFPAKI/AAAAAAAACrA/OQ2uMPYMVCQ/s1600/Kumpulan%2BKartu%2BUcapan%2BSelamat%2BIdul%2BFitri%2B%2528Lebaran%2529%2B2011-1432H-7.jpg

Admin

Kepada Yth. Bapak dan Ibu Keluarga Besar Bakor PLB Banyumas beserta keluarga,

Kepada  Yth. Para Pembaca yang budiman.

Tak terasa  telah selesai sudah  ibadah puasa di hari-hari yang tergolong dalam bulan Ramdhan tahun 1435 H. Selamat  atas keberhasilannya dalam beraktifitas mengisi Ramadhan ini, semoga semuanya dapat tercatat sebagai amal ibadah dan diterima oleh-Nya.

Di hari-hari yang baik ini  manakala  kami segenap pengurus terdapat salah khilaf  tutur kata dalam bergaul maupun dalam tulisan di Blog ini, tak lain semata keluar dari keterbatasan diri kami, oleh karena itu tak lupa ijinkan mengucapkan

” Taqabbalallahu minna wa minkum Wa ja’alana  Minal Aidin Wal Faidzin“

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Wassalamualaikum, Wr.Wb.

an. Pengurus,

Sekretaris,                      Ketua,

Yuswan, S.Pd             Drs. Rubimanto, M.Pd

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juli 2014 in Uncategorized

 

KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM SMALB

Oleh : Yuswan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 200 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kurikulum dipandang memiliki dua dimensi. Dimensi yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Dimensi yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) sebagai satuan pendidikan khusus  untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak memungkinkan mengikuti pendidikan di program Inklusif, atau kelas khusus/spesial clas di sekolah reguler. Bagi yang tergolong dalam kluster normal dan berkeinginan melanjutkan ke jenjang Pendidikn Tinggi dianjurkan mengikuti progran Inklusi.

Berdasar fakta yang sudah berjalan sesuai jenisnya maka SMALB  bertugas memberikan pendidikan jenjang pendidikan menengah bagi anak tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras,  tunaganda dan Autis.

Pengembangan Kurikulum SMALB dilakukan dalam rangka sebagai berikut :

  1. mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk  mengembangkan potensi peserta didik berkebutuhan khusus agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang  Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu , cakap, kreatif, mandiri , dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab ;
  2. mewujudkan hak anak berkebutuhan untuk memperoleh pendidikan khusus.
  3. mengakomodasi unsur-unsur baru dalam dunia pendidikan,

Sebagai karakteristik Kurikulum SMALB adalah pengembangan Kurikulum SMALB yang mempertimbangkan karakteristik anak berkebutuhan khusus dalam rangka :

  1. mengembangkan keseimbangan anta a dimensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk dapat diterapkan dalam  berbagai situasi, baik di sekolah maupun di masyarakat ;
  2. memberikan pengalaman belajar yang terencana agar apa yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan di dalam kehidupan  masyarakat dan sekaligus memanfaatkan masyarakat sebagai sumber  belajar;
  3. memberikan waktu yang cukup leluasa dan fleksibel untuk mengembangkan potensi diri yang bermanfaat terutama bagi kehidupan dirinya ; dan
  4. mengembangkan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk  kompetensi inti kelas dan dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran.

Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi [organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang  dinyataka n dala m kompetensi inti . kompetensi dasar dikembangkan dengan mengacu pada prinsip akumulatif, saling memperkuat {reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan kesinambungan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 untuk SMALB selengkapnya silakan KLIK :PERMENDIKBUD RI NO. 40 TAHUN 2014 TENTANG KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM SMALB

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Juli 2014 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.