PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH BENAHI PENGELOLAAN PENDIDIKAN KHUSUS (PLB)


img009Oleh Yuswan

Sebuah tantangan menghadang … karena sebelum tahun 2015  Pendidikan Khusus di JawaTengah dengan posisi pembinaan yang masih simpang siur (status dibawah kewenangan pemerintah kabupaten tetapi pembinaan di tangan pemerintah provinsi) kondisi prestasi siswa-siswi dan guru-guru Pendidikan Khusus  dalam ajang lomba tingkat nasional sangat  menggembirakan, Hampir setiap tahun posisi juara umum selalu diraihnya. Sebagai ilustrasi… pada tahun 2015 di tingkat pendidikan dasar dari 5 cabang lomba dalam kegiatan OSN di Jogyakarta  secara umum 4 medali emas dan 1 perunggu diraih oleh atlit dari Provinsi Jawa Tengah. Bisakah terwujud setelah tahun 2015 ? Harus,,,

Bapak Gubernur Jawa Tengah  tiada henti menata keberadaan layanan pendidikan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Guru-guru  yang bertugas di satuan pendidikan khusus (SLB) di Provinsi Jawa Tengah di penghujung tahun 2015 memiliki beban untuk mempertahankan prestasi dimaksud karena proses pengalihan status diambang penyelesaian, Dengan demikian posisi pengelolaan pendidikan khusus diharapkan lebih baik.

Khusus bagi guru/karyawan PNS telah menerima SK Mutasi status kepegawaian dari PNS D Pemerintah Kabupaten/Kota ke PNS D Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. SK Mutasi dimaksud baru menetapkan terhitung mulai tanggal 1 Novembver 2015 status kepegawaiannya beralih menjadi PNS D Pmerintah Provinsi Jawa Tengah. Adapun tempat tugas untuk sementara masih di tempat asal sambil menunggu penataan lebih lanjut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai pengelola dan penyelenggara satuan pendidikan khusus (SLB) di Provinsi Jawa Tengah menunjukan semangatnya. Pada minggu-minggu pertama bulan Desember 2015 meminta guru/karyawan PNS melengkapi dokumen SKPP yang salah satu data dukungnya adalah daftar gaji (Leger Gaji) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan bagi tenaga non PNS  yang telah tervalidasi tinggal menunggu penyelesaian Surat Perjanjian Kontrak (SPK).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhitung mulai bulan Januari 2016 direncanakan membayarkan sejumlah dana yang dibutuhkan yakni diantaranya  meliputi kebutuhan  :

  1. Anggaran operasional sekolah
  2. Anggaran gaji bagi Guru dan Karyawan SLB yang berstatus PNS’
  3. Anggaran gaji bagi Guru dan Karyawan SLB  Non PNS yang telah memenuhi persyaratan sebagai tenaga kontrak.

Menurut penjelasannya dari segi jumlah terdapat peningkatan dibanding pada saat dana dianggarkan melalui Pemerintah Kabupaten/kota. Anggaran gaji bagi guru/karyawan PNS dijelaskan disamping menerima gaji sebagai PNS juga dibayarkan Tunjangan  Perbaikan Penghasilan (TPP), Sedangkan  bagi tenaga non PNS memadai yakni bagi yang berijasah S1 dianggarakan  Rp 2.700.000,00  bagi yang berijazah D3 dijanjikan penghasilan sebesar  Rp 2.300,000,00   dan bagi yang memiliki ijazah SD, SMP dan SMA  diberikan honor Rp 1.700.000,00  setiap bulannya.

Semoga niat baik Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur  Provinsi Jawa Tengah Cq. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat dukungan segenap pihak sehingga mampu memperlancar proses penyelesaian lebih lanjut. Bagi guru dan tenaga karyawan apapun statusnya adalah suatu kewajiban untuk mewujudkan impian Bapak Gubernur yakni pemerataan dan peningkatan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)  khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah,

Selamat kepada Insan Pendidikan Khusus di Jawa Tengah..Catatlah bahwa di masa mendatang… awal  tahun 2016 adalah bagian dari  sejarah pelaksanaan satuan pendidikan khusus (SLB)

Tunjukan bahwa kita mampu mewujudkan pemerataan dan peningkatan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sejajar dengan layanan pendidikan bagi Anak Indonesia pada umumnya. Bagi Guru… jangan berhenti belajar untuk dapat mendidik dengan kreatif  bukan hanya sekedar sebagai pengajar… Bagi tenaga non guru apapun jenis dan statusnya tunjukan kreativitas  sesuai kebutuhan.. Jangan hanya menjadi perantara perubahan….. tetapi jadilah konseptor dan pelaku perubahan. Kurangi sifat menunggu perintah. Sudah saatnya saling koordinasi berbagi informasi kepentingan pelaksanaan tugas kita bukan sekedar tugas mereka .., Bila perlu tunjukan bahwa kita juga mampu menjadi  konseptor perintah..

Walaupun demikian perlu kita ingat dimanapun status tugas kita,  laksanakanlah  tugas sesuai alur prosedur aturan yang berlaku. Taatilah etika kerja yang ada. Tunjukanlah bahwa insan PLB adalah berbudaya….

Selamat bertugas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s