PENUMBUHAN BUDI PEKERTI BAGI PESERTA DIDIK


SI SOPAN

Oleh Yuswan

          Budi pekerti pada hakekatnya merupakan sikap yang merupakan bentuk dari pengimplementasian  etika kehidupan. Anak memiliki budi pekerti yang baik manakala mampu  mengimplementasikan etika yang berlaku di lingkungan tempat tinggalnya. Segara geografis anak Indonesia ya harus mampu mencerminkan etika Indonesia dalam kehidupannya. Secara religi,  anak yang berbudi pekerti adalah anak yang mampu mencerminkan pelaksanaan akidah agamanya dalam kehidupan. Demikian pula dari segi sosial kebudayaan, anak Indonesia juga harus mampu memegang teguh nilai-niliai etika kehidupan yang berlaku di lingkungan sosialnya. Jadi tidak harus seragam wujudnya, karena Indonesia mengakui keanekaragaman budaya dalam koridor Bhineka Tunggal Ika.
Anak Indonesia dituntut mampu memiliki budi pekerti yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan merupakan  nilai-nilai  dasar  kebangsaan dan  kemanusiaan kita.  Ini adalah tuntutan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu Bapak Menteri Pendidikan RI melalui gerakan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP)  mengajak lingkungan sekolah untuk melakukan pembiasaan untuk menumbuhkan :
  1. internalisasi  sikap  moral  dan  spiritual,  yaitu  mampu  menghayati hubungan  spiritual  dengan Sang Pencipta yang diwujudkan dengan sikap moral untuk menghormati sesama mahluk hidup dan alam sekitar;
  2. keteguhan  menjaga  semangat  kebangsaan  dan  kebhinnekaan untuk  merekatkan  persatuan bangsa,  yaitu  mampu  terbuka  terhadap  perbedaan  bahasa,  suku  bangsa,  agama,  dan golongan, dipersatukan  oleh  keterhubungan  untuk  mewujudkan  tindakan bersama  sebagai satu bangsa, satu tanah air dan berbahasa bersama bahasa Indonesia;
  3. interaksi  sosial  positif  antara  peserta  didik  dengan  figur  orang dewasa  di  lingkungan  sekolah dan  rumah,  yaitu  mampu  dan  mau menghormati guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, warga masyarakat di lingkungan sekolah, dan orangtua;
  4. interaksi  sosial  positif  antar  peserta  didik,  yaitu  kepedulian  terhadap  kondisi  fisik  dan psikologis antar teman sebaya, adik kelas, dan kakak kelas;
  5. memelihara  lingkungan  sekolah,  yaitu  melakukan  gotong-royong untuk  menjaga  keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah;
  6. penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan, yaitu mendorong peserta  didik  gemar  membaca  dan  mengembangkan  minat  yang  sesuai  dengan  potensi bakatnya untuk memperluas cakrawala kehidupan di dalam mengembangkan dirinya sendiri;
  7. penguatan  peran  orangtua  dan  unsur  masyarakat  yang  terkait, yaitu  melibatkan  peran  aktif orangtua  dan  unsur  masyarakat  untuk  ikut  bertanggung  jawab  mengawal  kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.
         Adapun  pelaksanaan  kegiatan  PBP  untuk  semua  jenjang pendidikan  disesuaikan  dengan  tahapan usia  perkembangan  peserta didik  yang peraturan selengkapnya dapat diunduh dengan KLIK  PERMENDIKBUD Nomor 23 TAHUN 2015

Sumber gambar :http://albastari.blogspot.co.id/2012/12/budi-pekerti_1838.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s