PEMERINTAH PROVINSI DAN SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS DALAM UU NO 14 TAHUN 2005


Oleh Admin

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional mengembangkan suatu prinsip pendidikan yang diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang sesuai kebutuhan peserta didik bukan sesuai keinginan penyelenggara pendidikan. Oleh karena itu ketentuan pasal 5 ayat (2) UU No. 20 tahun 2003  yang menjamin bahwa ” Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus” perlu diwujudkan.

Adapun tujuan pendidikan khusus adalah  untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal sesuai kemampuannya. Jadi demi tercapainya tujuan dimaksud, semua pihak dituntut kebijaksanaannya untuk menempatkan layanan pendidikan bagi  peserta didik berkebutuhan khusus bukan berdasar  kelainannya, tetapi pandanglah potensi yang dimiliki anak. Memang sulit, tetapi sebenarnya inilah kenyataan kebutuhan yang ada.

Begitu berat tugas satuan pendidikan khusus, karena bukan anak yang mengikuti program penyelenggara pendidikan khusus, tetapi penyelenggaralah yang mengikuti kebutuhan peserta didik dalam menyususn program layanannya. Hal ini berbeda dengan SMK dimana siswalah yang menyesuaikan  program sekolah.  Atas kondisi ini dituntut kesiapan Pemerintah selaku penyelenggara satuan pendidikan khusus.

Siapakah yang berkompeten dalam penyelenggaraan satuan pendidikan khusus ? Pemerintah, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten ?

Marilah kita cermati bersama bahwa UU No 14 tahun 2005 sebenarnya sudah jelas memberikan rambu-rambu perihal  pengelolaan dan penyelenggaraan satuan pendidikan khusus yang menjadi  hak Pemerintah Provinsi. Pasal 24 ayat 2 menegaskan bahwa ” (2) Pemerintah provinsi wajib memenuhi kebutuhan guru, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin  keberlangsungan pendidikan menengah dan pendidikan khusus sesuai dengan kewenangan”.

Bentuk Lembaganya pendidikan khusus secara prinsip ada  2 (dua) yakni :

  1. Satuan pendidikan khusus  (TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB) dan
  2. Non satuan pendidikan khusus yakni hanya sistemnya yang dipersiapkan bagi Anak Berkebutuhan Khusus,  misalnya Inklusif  atau kelas khusus (special klas).

Seberapa jauh  kewenangan Pemerintah Provinsi dalam penyelenggaraan satuan pendidikan khusus ?

Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan memberikan kewenangan  melalui pasal  131 ayat 1 bahwa Pemerintah Provinsi menyelenggarakan paling sedikit 1 (satu) satuan pendidikan khusus untuk setiap  jenis kelainan dan jenjang pendidikan sebagai model sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kewenangannya jelas, jadi kalau mampu banyak mengapa harus 1 (satu) ? Kuncinya ada di kamuan kita.

Ingat…. selama ketentuan Pendidikan khusus dalam pasal 24 ayat 2 UU No 14 Tahun 2005 belum dicabut, maka Pemerintah Provinsi harus berani mengambil kebijakan bahwa penyelenggaraan satuan pendidikan khusus adalah haknya. Nikmatilah sebagai hak jangan sebagai kewajiban….!

Terkait hal tersebut Bakor PLB Banyumas mendukung kebijakan  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berupaya  melakukan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan luar biasa pada semua jenjang pendidikan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna, melalui optimalisasi dan penataan ulang pengelolaan dan penyelenggaraan Sekolah Luar Biasa (SLB). Logikanya dalam kondisi saat ini satuan pendidikan di Jawa Tengah  mampu berkiprah di tingkat Nasional, apalagi nanti bila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mampu mewujudkan impiannya. Pasti hasilnya lebih baik. 

Guna mengetahui   jadwal kegiatan silahkan  pelan-pelan pencet  DIRIKU  atau  kebijakan  yang lebih jauh   klik SAYA DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s