KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM SMALB


Oleh : Yuswan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 200 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, kurikulum dipandang memiliki dua dimensi. Dimensi yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Dimensi yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) sebagai satuan pendidikan khusus  untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak memungkinkan mengikuti pendidikan di program Inklusif, atau kelas khusus/spesial clas di sekolah reguler. Bagi yang tergolong dalam kluster normal dan berkeinginan melanjutkan ke jenjang Pendidikn Tinggi dianjurkan mengikuti progran Inklusi.

Berdasar fakta yang sudah berjalan sesuai jenisnya maka SMALB  bertugas memberikan pendidikan jenjang pendidikan menengah bagi anak tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras,  tunaganda dan Autis.

Pengembangan Kurikulum SMALB dilakukan dalam rangka sebagai berikut :

  1. mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk  mengembangkan potensi peserta didik berkebutuhan khusus agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang  Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu , cakap, kreatif, mandiri , dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab ;
  2. mewujudkan hak anak berkebutuhan untuk memperoleh pendidikan khusus.
  3. mengakomodasi unsur-unsur baru dalam dunia pendidikan,

Sebagai karakteristik Kurikulum SMALB adalah pengembangan Kurikulum SMALB yang mempertimbangkan karakteristik anak berkebutuhan khusus dalam rangka :

  1. mengembangkan keseimbangan anta a dimensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk dapat diterapkan dalam  berbagai situasi, baik di sekolah maupun di masyarakat ;
  2. memberikan pengalaman belajar yang terencana agar apa yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan di dalam kehidupan  masyarakat dan sekaligus memanfaatkan masyarakat sebagai sumber  belajar;
  3. memberikan waktu yang cukup leluasa dan fleksibel untuk mengembangkan potensi diri yang bermanfaat terutama bagi kehidupan dirinya ; dan
  4. mengembangkan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk  kompetensi inti kelas dan dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran.

Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi [organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang  dinyataka n dala m kompetensi inti . kompetensi dasar dikembangkan dengan mengacu pada prinsip akumulatif, saling memperkuat {reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan kesinambungan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 untuk SMALB selengkapnya silakan KLIK :PERMENDIKBUD RI NO. 40 TAHUN 2014 TENTANG KERANGKA DASAR STRUKTUR KURIKULUM SMALB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s