RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

Sampingan

           MENYONSONG PENDIDIKAN KHUSUS DI JAWA TENGAH

    

Oleh : Yuswan

Seiring perjalanan waktu, berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk menyatukan visi dan misi pendidikan khusus di Provinsi Jawa Tengah, baik  lewat orasi mimbar, aneka tulisan di media cetak atau dunia maya ataupun   melalui langkah nyata. Berbagai tanggapan pro kontra pun bermunculan dengan persepsi yang benar semua karena pijakan pemikirannya memang dicari yang paling benar.

Salah satu kegiatan dalam rangka menyambut “disable day”, Pusat Studi difabilitas LPPM, Prodi PLB, FKIP UNS Surakarta bekerjasama dengan APPKhI Pusat  telah menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Pendidikan non diskrimanatif untuk anak dengan difabilitas / anak berkebutuhan khusus ” di Gedung F,  FKIP UNS pada  tanggal 15 Februari 2014 yang baru lalu,  dalam rangka menyongsong terwujudnya Jawa Tengah sebagai Provinsi ramah devabel.

Sebagai  Narasumber Bapak Gubernur Jawa Tengah memberikan secercah harapan…Begitu bersemangat  merespon positif keberadaan layanan pendidikan khusus dalam tugasnya ….dengan tegas menyatakan bahwa salah satu kewenangan  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal  layanan pendidikan  adalah penyelenggaraan layanan Pendidikan Khusus atau Sekolah Luar Biasa. Beliau memberikan dorongan kepada insan Pendidikan Khusus untuk mengawal  lahirnya Perda Pendidikan Khusus yang sedang berproses di legislatif sehingga sesuai kebutuhan kita.

Bahkan Bapak Gubernur dalam menjawab salah seorang penanya secara tidak langsung memberikan kejelasan yakni dengan meminta rencana aksi insan Pendidikan Khusus untuk dijadikan bahan pengambilan kebijakan tahun 2015.  Beliau pada prinsipnya sangat berharap masukan-masukan terkait pelaksanaan Pendidikan Khusus yang sesuai kebutuhan dan diinginkan  karena sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut.

Oleh karena itu (menurut hemat penulis) adalah  sangat ideal apabila dapat tercipta kebersamaan dalam penyelenggaraan satuan pendidikan khusus antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  dengan Pemerintah Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini sangat ideal karena  Pemerintah Kabupaten juga masih berkepentingan dengan  pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di wilayahnya. Jadi mari kita padukan kemampuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten se Provinsi Jawa Tengah demi meningkatnya layanan pendidikan dan kesejahteraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Adapun bentuknya mari kita tunggu kebijakan yang sangat bijaksana dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten se  Provinsi Jawa Tengah

Sehubungan hal tersebut  adalah sangat bijaksana manakala pihak-pihak pengambil kebijakan dalam pembinaan pendidikan khusus di Provinsi Jawa Tengah  berkenan menerjemahkan komitmen Yth. Bapak Gubernur Jawa Tengah sebagai rambu penyelenggaraan Satuan Pendidikan Khusus ( SLB, TKLB,  SDLB, SMPLB, dan SMALB ) di waktu mendatang.

Mari kita renungkan  sejenak apa yang seharusnya kita laksanakan, karena  dalam masa transisi ini kemampuan pengendalian diri bagi insan yang merasa dirinya bagian dari dunia Pendidikan Khusus di Provinsi Jawa Tengah sangat dibutuhkan. Mari kita samakan persepsi, visi dan misi dalam menyongsong layanan pendidikan khusus di Jawa Tengah sehingga tercipta kebersamaan sesama kita dalam suasana kondusif.

Langkah nyata dari Bakor PLB  dan APPKhI Provinsi Jawa Tengah sangat ditunggu keberdaannya. Unsur Bakor PLB sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah harus mampu membantu terciptanya kesamaan persepsi khususnya dalam pelaksanaan tugas insan Satuan Pendidikan Khusus.  Sementara unsur Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) Provinsi Jawa Tengah sebagai organisasi profesi dituntut berkenan membina anggotanya untuk memiliki kemampuan  berfikir dan bertindak  bijaksana yang bisa mencerminkan diri sebagai anggota APPKhI yang profesional.

Selamat bekerja  demi Pendidikan Khusus di Provinsi Jawa Tengah….

Semoga suskses….

MENYONSONG PENDIDIKAN KHUSUS DI JAWA TENGAH

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 21 Februari 2014 in Uncategorized

 

PERMENDIKBUD NO 72 TAHUN 2013 Tahun2013 TT PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS

Oleh Admin

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan  Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehi dupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia menempatkan sebagai tujuan, dalam arti pemerintah memiliki tujuan mewujudkan bangsa Indonesia seperti kondisi tersirat dan tersurat dalam UUD 1945. Khusus dalam dunia pendidikan berbagai regulasi telah dikeluarkan dan salah satunya PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA  NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS.

Pendidikan layanan khusus yang selanjutnya disebut PLK adalah pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan yang tidak mampu dari segi ekonomi. Guna memahami aturan teknis Pendidikan Layanan Khusus silakan KLIK : PERMENDIKBUD NO 72 TAHUN 2013 Tahun2013 TT PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS pdf

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 27 Oktober 2013 in Uncategorized

 

JAMBORE PKLK DIKDAS TINGKAT PROV. JATENG TAHUN 2013

admin : Bakor

Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. khususnya Pendidikan Khusus maka  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) PKLK Dikdas akan menyelengggarakan Jambore PKLK Dikdas Tingkat Provinsi Tahun 2013. Kegiatan ini merupakan persiapan mengikuti Jambore PKLK Dikdas Tingkat Nasional yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober. Jambore PKLK Dikdas merupakan wadah pembinaan pramuka bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas serta memperkuat karakter anak berkebutuhan khusus.

Guna mensukseskan acara dimaksud Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) PKLK Dikdas mengundang peserta dengan setiap eks karesidenan  diharapkan partisipasinya mengirim peserta sebanyak 5 anak  terdiri dari siswa A,B,C,D dan Autis  dan 5 pendamping. Undangan selengkapnya silakan KLIK : Surat undangan jambore

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 20 September 2013 in Uncategorized

 

KESULITAN BELAJAR SISWA DAN BIMBINGAN BELAJAR

Oleh : Drs. Akhmad Sudrajat,M.Pd.

A. Kesulitan Belajar.

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.

Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas, diantaranya : (a) learning disorder; (b) learning disfunction; (c) underachiever; (d) slow learner, dan (e) learning diasbilities. Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut.

  1. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai.
  2. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat dria, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik.
  3. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah.
  4. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.
  5. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.

Siswa yang mengalami kesulitan belajar seperti tergolong dalam pengertian di atas akan tampak dari berbagai gejala yang dimanifestasikan dalam perilakunya, baik aspek psikomotorik, kognitif, konatif maupun afektif . Beberapa perilaku yang merupakan manifestasi gejala kesulitan belajar, SELENGKAPNYA KLIK :

  1. KESULITAN BELAJAR SISWA DAN BIMBINGAN BELAJAR
  2. KESULITAN BELAJAR
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 14 September 2013 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.