RSS

ADAT JAWA MENGHITUNG HARI UNTUK SELAMATAN ORANG MENINGGAL

15 Mar

Oleh : Yuswan

Foto-CORP0587

Salah satu  adat jawa diantaranya selamatan meninggalnya seseorang. Pelaksanaan selamatan di masyarakat Jawa yaitu selamatan untuk 3 hari , 7 hari, 40 hari, 100 hari, pendak sepisan, pendak pindho dan yang terakhir sebagai puncaknya adalah nyewu (1000 hari). Masyarakat Jawa menghitung  hari untuk selamatan umumnya tidak dihitung satu persatu dari hari meninggalnya.Ada ada cara yang diyakini lebih praktis daripada menghitung satu-persatu. Karena selamatan hari kematian dihitung berdasarkan penanggalan jawa praktis, untuk dapat menghitungnya kita harus mengenal dulu sistem penanggalan jawa,.
 Menurut sejarah, adat  Jawa menggunakan kalender Hijriyah  (sebagai panduan beribadah umat Islam) pada tahun 1625 Masehi mengganti penggunaan kalender jawa dari sistem penanggalan Saka 1547 Tahun Saka.
Diakui atau tidak di Indonesia dikenal beberapa system kalender, diantaranya kalender Hijriyah, kalender Jawa , kalender Masehi. Setiap sistem penanggalan dalam 1 tahun terdiri dari 12 bulan. Perhatikan nama bulan dalam kalender di bawah ini, terdapat perbedaan dalam jumlah hari.
Nama bulan dan jumlah hari dalam sistem kalendder Hijriyah, kalender Jawa dan Kalender Masehi sbb :

No.

Bulan Hijriyah

Bulan Jawa

Jumlah

hari

Bulan Masehi

 

Jumlah

hari

1. Muharam Sura

30

Januari

31

2. Shafar Sapar

29

Februari

28/29

3. Rabi’ulawal Mulud

30

Maret

31

4. Rabi’ulakhir Bakdamulud

29

April

30

5. Dzulhijah Jumadilawal

30

Mei

31

6. Jumadilakhir Jumadilakir

29

Juni

30

7. Rajab Besar

29

Juli

31

8. Sya’ban Ruwah

29

Agustus

31

9. Ramadlan Pasa

30

September

30

10. Syawal Sawal

29

Oktober

31

11. Dzulqaidah Sela

30

November

30

12. Jumadilawal Rejeb

30

Desember

31

J u m l a h

354/

355

J u m l a h

365/

366

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.
Sistem kalender Jawa dari tiap-tiap bulan tersebut dibagi dalam beberapa hari yang disebut dengan pasaran dan siklusnya berputar setiap 5 (lima ) hari yaitu:
No. Nama Pasaran
1. Kliwon.
2. Legi.
3. Paing/pahing.
4. Pon.
5. Wage.
     Satu hal yang sangat penting untuk diketahui adalah pada Kalender Hijriyah, penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.
       Nah, setelah mengetahui pokok dari penanggalan jawa tersebut  karena dalam penanggalan jawa masih dibagi dalam beberapa kriteria lagi. Sekarang mari kita simak bagaimana cara menghitung 1000 harinya orang meneninggal. Berikut penulis rangkum dari beberapa sumber sebagai berikut :
Masyarakat yang berpegang pada adat Jawa biasanya menyelenggarakan selamatan terkait dengan :

I.  Geblag atau selamatan setelah penguburan,

Geblag atau selamatan setelah penguburan, cara menentukan waktu selamatan (hari dan pasaran) geblake  si mayit digunakan rumus jisarji yang berarti hari ke satu dan pasaran ke satu atau harus dilaksanakan pada hari itu juga, atau tidak boleh ditunda.

2. Nelung dina atau selamatan setelah tiga hari kematian,Nelung dina atau selamatan setelah tiga hari kematian, cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran nelung dina digunakan rumus lusarlu, yaitu hari ketiga dan pasaran ketiga. Maksudnya, jika ada seseorang yang meninggal dunia pada hari Jum’ at Kliwon waktu selamatan nelung dina jatuh pada hari Minggu Paing. Pelaksanakan selamatan biasanya dilakukan malam hari menjelang hari dan pasaran ke tiga atau melem (menjelang) Minggu Paing.
3. Mitung dina atau selamatan setelah tujuh hari kematian,

Mitung dina atau selamatan setelah tujuh hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mitung dina digunakan tusaro, yaitu hari ke ketujuh dan pasaran kedua. Maksudnya, jika orang meninggal dunia pada hari Jum’ at Kliwon maka selamatan mitung dina jatuh pada hari Kemis Legi.

4. Matangpuluh dina atau selamatan setelah 40 hari kematian,

Matangpuluh dina atau selamatan setelah 40 hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran matangpuluh dina digunakan rumus masarma, yaitu hari kelima dan pasaran kelima. Jika hari geblagnya Jum’at Kliwon, maka matangpuluh dina jatuh pada hari Selasa Wage. Tepatnya perhitungan yaitu setelah kurang lebih selapan (35 hari) atau atau selapan dina hari Jum’ at Kliwon barn dieari bari Selasa Wage.

5. Nyatus dina atau selamatan setelah 100 hari kematian,

. Nyatus dina atau selamatan setelah 100 hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan bari dan pasaran digunakan rumus perbitungan bari rosarma, yaitu bari kedua dan pasaran kelima. Jika ada orang meninggal dunia pada bari Jum’ at Kliwon, maka selamatan nyatus dina jatuh pada bari Minggu Wage. Cara menentukan adalah dengan mengbitung atau mencari Minggu Wage setelah hari kematian berjumlah (genap) tiga bulan. Setelab tiga bulan berarti sudab mencapai kira-kira 90 bari dan tinggal menentukan 10bari lagi segera mencari bari Minggu Wage.

6. Mendhak sepisan atau selamatan setelah satu tahun kematian,

Mendhak sepisan atau selamatan setelah satu tahun kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mendhak pisan digunakan rumus patsarpat yaitu hari keempat dan pasaran keempat. Maksudnya jika ada orang meninggal dunia pada hari Jum’ at Kliwon maka selamatan mendhak pisan jatuh pada hari Senin Pon setelah hari kematian genap satu tahun.

7. Mendhak pindho atau selamatan setelah dua tahun kematian,

Mendhak pindho atau selamatan setelah dua tahun kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mendhak pindho digunakan rumus jisarlu, yaitu hari kesatu dan pasaran ketiga. Cara menghitung adalah setelah satu dua tahun dari hari kematian (geblag) dieari pada bulan yang sama dengan pada waktu meninggalnya. Jika ada orang yang meninggal pada hari Jum’ at Kliwon berarti mendhak pindho jatuh pada hari Jumat Paing.

8. Nyewu atau selamatan sete1ah seribu hari kematian

Nyewu atau selamatan setelah seribu hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran seribu hari (nyewu) digunakan rumus nemsarma yaitu hari keenam dan pasaran kelima. Cara menghitung dengan menentukan hari setelah waktu kematian setelah menjelang tiga tahun atau setelah kurang lebih 2 tahun 10 bulan segera dicari hari yang cocok.

   Perhatikan  untuk menghitung 1000 hari dengan acuan hari keenam dan pasaran ke-lima sbb :
 No. Hari meninggal Pas 1000 hari jatuh pada hari  :
1. Minggu Jumat
2. Senin Sabtu
3. Selasa Minggu
4. Rabu Senin
5. Kamis Selasa
6. Jumat Rabu
7. Sabtu Kamis
Sementara untuk menghitung pasaran hari pelaksanaan selamatannya sbb :
 No. Pasaran Pasaran selamatannya :
1. Wage Pon
2. Kliwon Wage
3. Manis/Legi Kliwon
4. Pahing Manis/Legi
5. Pon Pahing
Jumlah hari dalam 1 tahun masehi adalah 365 hari pada tahun biasa dan 366 hari pada tahun kabisat. Sementara jumlah hari pada kalender jawa dalam         1 tahun adalah 354/355 hari.  Jadi kalau 1000 hari dpat diperkirakan sbb :

  • Dua tahun setelah meninggal ) 2 x 354/355  hari   =   708    hari
  • Ditambah 10 bulan                   10 x 29/30  Hari   =   290   hari
  • Kekurangannya ditambah  hari pada bulan kesebelas berikutnya atau tahun ke-tiga.
  • Contoh :Apabila meninggal hari Rabu, Kliwon tanggal 20 Juli 2010

Kapan selamatan 1000 hari dilaksanakan ?

Perhitungannya adalah :

  • Dua  (2) tahun pertama Juli 2010  s/d 2012   anggaplah 2 x 354 =  708 hari
  • Ditambah 10 bulan pada tahun ke-tiga setelah Juli yaitu   bulan April 2013
  • Hari ke-enam setelah meninggal ( hari meninggal dihitung) dari hari Rabu ( lihat  table)   yaitu jatuh pada hari  Senin.
  • Hari Pasaran  jatuh pada pasaran ke lima (lihat tabel) yaitu jatuh  Wage.
  • Untuk 1000 harinya jatuh  pada  bulan April, hari Senin Wage.
  • Selanjutnya kita lihat kalender yang ada sekarang, yakni adanya hari Senin wage jatuh pada tanggal 15 April 2013.
  • Jadi selamatan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2013.,

Demikian sekelumit cara menentukan 1000 hari-nya untuk menghitung pelaksanaan selamatan setelah orang meninggal.

Begitu juga untuk menghitung kapan jatuhnya hari pelaksanaan selamatan yang lain ( 100 hari, misalnya). Semoga bermanfaat.

About these ads
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2013 in Uncategorized

 

One response to “ADAT JAWA MENGHITUNG HARI UNTUK SELAMATAN ORANG MENINGGAL

  1. Adipa

    2 Februari 2014 at 08:06

    info yang menarik bos tentang weton, ini yang ane cari. trims

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: